hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Oct 15, 2008

Herman Pamit

Sejak pertengahan tahun 2008 saya pindah ke domain baru hermansaksono.com.

Jika anda masih berlangganan RSS feed lama, silahkan ganti ke RSS feed yang baru di alamat hermansaksono.com/feed.

Sekian, terimakasih!

Jun 25, 2008

Cosmopolitan Indonesia

Cosmopolitan Indonesia

mbak_itu: aku cuma baca cosmopolitan australia
herman: kenapa?
mbak_itu: cosmo indonesia itu modern ladies that pleases men
mbak_itu: cosmo australia itu modern ladies that men want to please
herman:

Jun 17, 2008

Luthfi Dikeroyok Karena Blog

Gara-gara mengkritik Ospek Jurusan melalui blognya, Luthfi—mahasiswa IPB—dikeroyok kakak angkatannya. Selain dipukul kepalanya, Luthfi dituduh telah melakukan pencemaran nama baik IPB hingga ada mahasiswa baru yang mengundurkan diri.

Kejadiannya bermula ketika Luthfi melihat Ospek departemen ITK IPB, lalu menuliskannya di situs bloggeripb.wordpress.com (tulisan asli sudah dihapus) pada 17 Februari 2007:

Tadi malem (hampir jam setengah 9) keluar dari lab mau pulang, eh gak taunya… di depan A1C lagi ada ospek anak ITK (Ilmu dan Teknologi Kelautan).

Payah nih, hare gene masih ospek *timpuk anak ITK pake batu* …. sori gak ada screenshoot, daripada gw digebukin anak-anak 40, mending gw pergi ke warteg aja buat makan.

Tulisan tersebut mendapat komentar kritis dari sejumlah pengunjung yang mengaku alumni ITK. Belakangan diketahui kalau tulisan dan komen-komennya telah beredar dari satu milis ke milis IPB yang lain.

Pada tanggal 28 Mei 2008, seorang mahasiswa departemen ITK menghubungi Luthfi untuk mengajak diskusi soal tulisan tersebut. Sebagai syarat, Luthfi meminta perwakilan dari ITK dua orang saja.

Dalam pertemuan di kantin IPB, kedua mahasiswa ITK mempermasalahan 4 hal. Pertama, tulisan Luthfi mengandung fitnah dan mencemarkan nama baik jurusan dan himpunan di IPB dan nasional. Pencemaran secara nasional, terutama, disebabkan oleh komentar Antobilang:

antobilang: solusinya IPB dibubarkan. dan lutpi bebas menggunakan header "blogger IPB".

Kedua, sejumlah jawaban-jawaban Luthfi di bagian komentar blog dianggap tidak pantas, karena yang berkomentar adalah dosen. Luthfi menjelaskan bahwa dia tidak tahu kalau yang berkomentar adalah dosen, karena identitas di bagian komentar tidak menunjukkan demikian.

Ketiga, mereka merasa tersinggung atas penggunaan header IPB dan domain bloggeripb.wordpress.com, karena seharusnya penggunaan nama IPB harus memakai ijin resmi.

Keempat, menurut mereka, ada seorang mahasiswa baru yang mengundurkan diri dari ITK IPB setelah membaca postingan tersebut.

Dari penjelasan Luthfi, satu per satu mahasiswa lain bergabung hingga ada kurang lebih 15 orang, dan ikut membentak-bentak. Mereka menjewer-jewer dan memukuli kepala sebanyak 3 kali.

Saat situasi dirasa terlalu memanas, Luthfi diajak ke sekretariat himpunan mahasiswa bersama 3 mahasiswa lain untuk merundingkan penyelesaian masalah. Di sana, dia diminta untuk menuliskan solusi, dan mereka boleh menerima dan menolak. Setelah itu dia diperkenankan pulang dan mereka berjanji akan menghubungi. Hingga saat ini Luthfi belum dihubungi.

Akibat kejadian itu Luthfi sempat merasa takut kalau ke kampus. Dia baru ke kampus seminggu setelah kejadian tersebut. Namun, nampaknya Luthfi tidak begitu takut ketika diwisuda IPB hari Kamis kemarin.

***

Mungkin ada yang lupa, kalau ciri negara merdeka juga melingkupi kemerdekaan dalam berpendapat dan rasa merdeka dari ketakutan. Luthi hanyalah warga negara biasa yang mempraktikkan haknya untuk mengutarakan pendapat. Jika ada yang keberatan dengan argumentasinya, bisa dimusyawarahkan atau diselesaikan di jalur hukum. Jangan sampai ada penyelesaian intimidatif seperti ini, karena cara seperti itu bukan ciri masyarakat yang beradab.

Jun 12, 2008

Ical Tentang Temuan Baru

"Itu kan satu dari 100 tanggapan lain [...] Semua itu boleh dibawa [untuk penyidikan]. Ada 100 lawan 1, yang menang ya 100 lah."


Aburizal Bakrie, menanggapi temuan tim ilmuwan Inggris bahwa lumpur Sidoarjo disebabkan oleh kelalaian pengeboran (Sumber: Kompas)

Jun 11, 2008

Tentang Gagasan

Evey Hammond pernah menyaksikan sendiri keagungan sebuah gagasan. Dengan mata dan kepalanya ia menyaksikan orang membunuh atas nama sebuah gagasan, dan mati membelanya.

Tetapi kita takkan bisa mengecup gagasan, takkan mungkin merabanya, atau memegangnya... gagasan tidak bisa dilukai, ia tidak merasakan perih. Ia tak merasakan cinta.

Kita bisa membunuh orang karena gagasannya. Tetapi gagasan tidak bisa dimatikan, karena ia tahan sabetan pedang dan belaian peluru panas.

—V for Vendetta

Jun 7, 2008

Top Ten Pernyataan Sikap Back Pembela Tika

Organisasi komunitas bernama BPT (Back Pembela Tika) mengeluarkan pernyataan sikap tentang langkah-langkah untuk mengamankan kelulusan Tika pada tahun 2008:

10. Meminta anggotanya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi jika Tika jarang posting!

9. Akan mengasingkan Tika ke Bogor!

8. Meminta pembubaran milis CahAndong dalam 2-3 hari ini!

7. Menuntut majalah Cosmopolitan membuat rubrik tanya jawab skripsi!

6. Akan merazia kafe-kafe yang punya hotspot gratis dan bandwidthnya cepet!

5. Menggerbek J.Co. Donut demi sampel donat!

4. Menyembunyikan komandan Herman Saksono! Sarjana Teknik!

3. Akan melaporkan 500 tokoh akademik yang diduga memperlambat kelulusan Tika!

2. Meminta tokoh masyarakat agar tidak brisik!

1. Menuntut ISP-ISP agar memblokir situs tikabanget.com!

Jun 4, 2008

Sinetron Rupiah

Tolong beri tahu saya tragedi apa yang belum dialami rupiah?

Rupiah